Tamada : Santri Beranda Al Quran Yang Bercita-cita Menjadi Ahli di Bidang IT

Memuat Informasi Kabar dan Informasi Kegiatan Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pesantren PeTIK Adalah Lembaga Pendidikan Vokasi Dan Merupakan Lembaga Pendidikan Non-Formal Teknik Informatika (Satu Tahun, Setingkat Kurikulum). Memiliki Program Kuliah IT Gratis Dan Pesantren Gratis Menjadi Pesantren Terbaik Lulusan SMA/SMK Sederajat Untuk Mendapatkan Kuliah Gratis Dibidang IT.

Tamada : Santri Beranda Al Quran Yang Bercita-cita Menjadi Ahli di Bidang IT

Bernama lengkap Ahmad Husen Tamada, ia biasa dipanggil Tamada, adalah mahasantri angkatan ke-11 dari kota Depok. Beliau merupakan lulusan Pondok Pesantren Murottal Kota Depok, Jawa Barat. Sebelumnya Tamada juga pernah menjadi santri di Beranda Quran PeTIK.

Beranda Quran merupakan salah satu program dari Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi (PeTIK) yang bertujuan untuk membina masyarakat sekitar PeTIK, terutama anak-anak usia SD hingga SMP yang berminat untuk mempelajari membaca dan menghafal Al-Quran.

Program ini tidak hanya fokus pada pembelajaran Alquran, tetapi juga mengajarkan beberapa keterampilan kreatifitas dan nilai-nilai kedisiplinan.Program Beranda Quran hadir sejak tahun 2014 dan hingga saat ini. Bisa menginspirasi rasa cinta terhadap Alquran pada anak-anak sekitar PeTIK.

Tidak disangka, ada salah satu dari santri Beranda Quran, Ahmad Husein Tamada, yang biasa dipanggil Tamada, kini telah menjadi mahasantri PeTIK angkatan ke-11 dan masuk di jurusan pengelolaan system dan Jaringan (PSJ). Tamada sendiri bergabung sebagai santri Beranda Quran pada angkatan ke-2 ketika masih bersekolah di tingkat sekolah dasar.

“Dulu, saat menghafal di Beranda Qur’an, saya belum me- miliki keinginan untuk belajar di PeTIK. Mungkin karena saya masih SD waktu itu. Namun, setelah masuk kelas 12, saya tiba-tiba merasa tertarik dan bersemangat untuk belajar IT. Alhamdulillah, setelah daftar serta berhasil lolos tes sehingga sekarang bisa belajar bidang IT di PeTIK.” – ujar Tamada

Keinginan Tamada untuk bergabung di PeTIK semakin kuat setelah mendapat dorongan dan dukungan dari Pembina pondok sebelumnya di Pondok Pesantren Murottal Depok. Latar belakang Tamada berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas; ayahnya bekerja sebagai guru privat ngaji, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga.

“Satu tahun belajar di PeTIK memang terasa singkat, tetapi saya harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memahami materi yang diajarkan oleh pengajar. Alhamdulillah, di samping mempelajari IT di PeTIK, saya juga dibekali dengan pembelajaran mengenai karakter, hal yang tidak sering diajarkan di perguruan tinggi lainnya”. – Ujar Tamada

Setelah lulus, Tamada berharap dapat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang diperolehnya di PeTIK, serta membantu meningkatkan kondisi ekonomi kedua orangtuanya. Selain itu, ia berencana untuk melanjutkan kuliah di bidang IT guna terus mengasah dan meningkatkan kemampuannya.