Parade Hari Santri

Santri adalah pribadi yang mendalami agama Islam. Dari akar kata 'salam' yang artinya kedamaian. Itulah inti jiwa santri,‘ tutur Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin seperti yang dikutip laman www.inews.id pada saat mengukuti kegiatan Parade Hari Santri Cinta Damai ikut memeriahkan area Car Free Day (CFD), di Kawasan Kementerian Agama (Kemenag), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019). Di bulan Oktober ini, tepatnya pada tanggal 22 Oktober akan ada peringatan yang baru diperingati 5 tahun terakhir yang diberi nama Hari Santri Nasional. Adalah Presiden Joko Widodo yang menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 .

Penetapan tanggal itu didasarkan dari sejarah adanya ‘Resolusi Jihad ’ pada tanggal 22 Oktober 1995 yang diserukan oleh KH. Hasyim Asy’ari kepada para santri untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.  Seiring berkembangnya zaman, tantangan santri saat ini tidak lagi berjuang untuk melawan penjajahan kolonial, melainkan perjuangan untuk menjadikan bangsa Indonesia, bangsa yang maju dalam hal ilmu pengetahuan sehingga bangsa ini unggul dengan bangsa-bangsa lain. Generasi santri saat ini harus bisa mewarnai masyarakat, yaitu memberikan suri tauladan yang baik untuk masyarakat melalui bekal ilmu yang sudah mereka dapatkan di tempat mereka menuntu ilmu.

Zaman sudah berubah, banyak sekali penyimpangan – penyimpangan sosial yang terjadi akibat dari kurang siapnya masyarakat dalam menghadapi era globalisasi, maka dibutuhkan Agent of Change untuk memperbaiki keadaan yang demikian, kaum santrilah yang pantas mengisi pos tersebut. Hari Santri Nasional bukan hanya sekedar acara seremonial yang menghabiskan banyak anggaran. Namun peringatan ini harus memberikan ruh positif bagi santri untuk lebih giat lagi berjuang menuntut ilmu agar tercipta generasi santri yang memberikan manfaat bagi agama, nusa dan bangsa.